Yogyakarta – Departemen Bahasa dan Sastra menggelar Ceramah Pakar Bidang Sastra bertajuk “Childisme dan Defamiliarisasi Bahasa Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie“ pada Senin (23/6/2025) dihadiri oleh peserta luring dan peserta daring. Acara yang berlangsung pukul 09.00–12.00 WIB ini menghadirkan penulis ternama Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie dan penulis sekaligus akademisi Ramayda Akmal sebagai pembicara utama.
Acara dibuka dengan sambutan dari Kepala Departemen Bahasa dan Sastra, Dr. Sudibyo, M.Hum. serta Teguh Affandi selaku perwakilan penerbit KPG. Ramayda Akmal membedah karya Ziggy, khususnya novel Di Tanah Lada dan Semua Ikan di Langit, dengan menyoroti sudut pandang anak-anak yang menjadi ciri khas penulis. Perspektif ini dinilai memberikan keunikan karena menghadirkan imajinasi yang kerap hilang pada orang dewasa sekaligus menjadi bentuk perlawanan terhadap childisme anggapan merendahkan kapasitas anak-anak dalam memahami dunia.
Selain itu, bahasa dalam karya Ziggy dinilai mempraktikkan defamiliarisasi, yakni penggunaan bahasa sehari-hari dengan cara yang tidak biasa sehingga terasa segar dan memancing pembaca untuk berpikir ulang. Ziggy menjelaskan bahwa konsistensinya menghadirkan tokoh dengan keterbatasan bahasa adalah bentuk resistensi terhadap aturan baku yang membatasi kreativitas. “Bahasa kanak-kanak itu bebas dan menyenangkan,” ungkapnya.
Sesi tanya jawab berlangsung interaktif dengan tujuh penanya yang mengangkat isu mulai dari alasan pemilihan tokoh anak-anak, cara menjaga imajinasi di tengah tuntutan industri, hingga pengaruh karya sastra dunia seperti The Little Prince. Ziggy menekankan pentingnya kejujuran dalam menulis, sementara Ramayda menyampaikan perlunya negosiasi antara idealisme penulis dan realitas pasar.
Acara ditutup dengan penyerahan cinderamata, foto bersama, dan sesi tanda tangan buku bagi pembaca karya Ziggy. Kegiatan ini tidak hanya memperkaya wawasan sastra, tetapi juga mengajak peserta untuk mempertanyakan bias usia dalam karya dan melihat bahasa dari sudut pandang yang lebih segar serta membebaskan.